Sebetulnya apa itu awan Kumulonimbus? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, awan ini adalah awan tebal yg dapat menjulang tinggi menyerupai menara atau gunung, sebagian puncaknya mulus atau menyerupai serabut yang hampir rata.
Bagian puncaknya tampak seperti helaian rambut yang tipis dan kemudian melebar seperti lapangan atau landasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, awan--yang sangat mudah dikenali dari bentuk dan penampilannya karena memang berbeda dari jenis awan lain--ini identik dengan kemunculan hujan, badai dan petir.
Dalam proses pembentukannya, awan ini banyak mengumpulkan kandungan uap air, sehingga ukuran dan tingginya terus berkembang. Sejauh ini ada tiga tahapan pembentukan awan berbahaya ini.
Pertama, awan ini mulai terbentuk dari air yang menguap karena panas matahari. Uap air ini terus berkumpul dan membentuk sebuah gumpalan Kumulonimbus. Ketika gumpalan terbentuk, awan ini terus tumbuh dan membuat sebuah gerakan vertikal atau vertical draft.
Kedua, ketika awal mulai matang, pergerakan secara vertikal terus menerus terjadi. Awan melakukan towering atau bergerak hingga ketinggian tertentu dan kemudian melebar seperti sebuah landasan.
Dalam tahap ini, awan Kumulonimbus terus mengumpulkan uap air dari permukaan laut. Semakin banyak uap air yang terkumpul, maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya petir di dalam awan.
Ketiga, awan Kumulonimbus mulai memproduksi kandungan air. Di sinilah tahap di mana terjadinya hujan, petir, bahkan badai.
Yunus menambahkan secara teori, awan ini juga memiliki sebuah siklus. Awan mulai terbentuk kemudian lambat laun menghilang.
Tapi siklus ini sangat kecil kemungkinannya, karena biasanya awan yang telah terbentuk dan kehilangan uap air ini tidak menghilang sepenuhnya, tapi terpisah dan tercecer di udara.
"Suhu air laut sangat hangat dan kondisi Indonesia berada pada garis Khatulistiwa. Ini yang membuat produksi uap air sangat tinggi. Kemudian uap air itu menggumpal dan menghasilkan awan," kata Yunus.
Yunus juga mengatakan bahwa awan ini memang sangat ditakuti oleh para penerbang. Pasalnya, ketika matang awan ini menghasilkan suhu dingin dan pembekuan (icing), angin, hujan, dan petir.
Seluruh hasil produksi awan ini dapat membahayakan kondisi sebuah pesawat apalagi jika pesawat tersebut memaksa masuk ke dalam awan. Proses pembekuan yang terjadi dapat mematikan mesin pesawat, angin yang kencang bisa menyebabkan turbulensi bahkan menghancurkan pesawat, dan petir bisa menyambar sehingga menyebabkan pesawat terbakar.