Menurut laporan The Wall Street Journal, tumpukan ponsel BlackBerry lawas telah ditemukan di ruang kerja para petinggi Sony.
Ternyata, BlackBerry ini digunakan oleh para petinggi perusahaan untuk saling berkirim surat elektronik ketika jaringan Sony lumpuh total karena diretas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BlackBerry memang dikenal sebagai perusahaan yang punya reputasi tinggi untuk urusan keamanan data.
Aksi peretasan terhadap Sony hingga kini masih menjadi misteri. Pelaku belum dapat teridentifikasi secara jelas, namun beberapa pihak menuding Korea Utara sebagai dalang dari perbuatan kriminal ini.
Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Federal Boreau of Investigation, terdapat beberapa bukti yang menunjukan Korea Utara adalah pelakunya dari struktur peranti lunak berbahaya (malware) yang menginfeksi jaringan Sony Pictures.
Dalam struktur malware ini terdapat kesamaan dengan struktur pada serangan Korea Utara yang pernah dilakukan sebelumnya. Malware ini juga dibuat dengan bahasa pemrograman yang identik dengan Korea Utara.
Namun, hasil penyelidikan yang diluncurkan oleh Taia Global, analisis bahasa dan pesan yang dimunculkan oleh para peretas mengisyaratkan serangan tersebut berasal dari Rusia.
Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai siapa dalang atas serangan siber besar yang terjadi pada 24 November 2014.
(adt/gen)