Dihentikannya dukungan terhadap sistem operasi Android terdahulu, termasuk Jelly Bean memang cukup mengagetkan. Pasalnya, data terakhir dari Google menuliskan bahwa sistem operasi itu dan generasi sebelumnya masih dipakai sekitar 61% dari seluruh gadget Android yang ada.
Versi terakhir Jelly Bean sendiri dikabarkan masih memiliki celah yang terdapat pada komponen yang berfungsi menampilkan halaman web. Celah ini pertama kali ditemukan pada browser bawaan Jelly Bean oleh Rafay Baloch, pakar keamanan asal Pakistan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google sendiri memilih untuk diam, dan menyerahkan semua celah keamanan kepada masing-masing produsen ponsel. Langkah ini jelas menuai kritikan dari banyak pakar keamanan.
Beardsley juga menambahkan bahwa masalah ini semakin serius karena tidak semua produsen mau mengeluarkan pembaruan secara rutin. Keputusan ini juga dianggap memaksa para pengguna Android lawas untuk beralih.
(eno/eno)