Sistem Operasi Ponsel

Satu Miliar Ponsel Android Terancam Bahaya

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 14/01/2015 14:00 WIB
Google dipastikan akan berhenti memelihara Android versi lawas. Akibatnya, hampir satu miliar ponsel yang menggunakan sistem operasi itu terancam bahaya. Ilustrasi (Rob Bulmahn/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google dipastikan akan berhenti memelihara Android versi lawas. Akibatnya, hampir satu miliar ponsel yang menggunakan sistem operasi itu terancam bahaya.

Dihentikannya dukungan terhadap sistem operasi Android terdahulu, termasuk Jelly Bean memang cukup mengagetkan. Pasalnya, data terakhir dari Google menuliskan bahwa sistem operasi itu dan generasi sebelumnya masih dipakai sekitar 61% dari seluruh gadget Android yang ada.

Versi terakhir Jelly Bean sendiri dikabarkan masih memiliki celah yang terdapat pada komponen yang berfungsi menampilkan halaman web. Celah ini pertama kali ditemukan pada browser bawaan Jelly Bean oleh Rafay Baloch, pakar keamanan asal Pakistan.


Dengan dihentikannya dukungan tersebut, sekitar satu miliar pengguna Android Jelly Bean dipercaya dalam bahaya jika mereka masih menggunakan browser yang terinfeksi. Tak ada langkah lain, selain memeriksa pembaruan dari produsen ponsel, atau melakukan migrasi aplikasi atau sistem operasi lain.

Google sendiri memilih untuk diam, dan menyerahkan semua celah keamanan kepada masing-masing produsen ponsel. Langkah ini jelas menuai kritikan dari banyak pakar keamanan.

"Sayangnya, ini adalah kabar bagus untuk para pelaku kriminal," kata Tod Beardsley, teknisi dari perusahaan software Metasploit. Dikutip dari blog keamanan Sophos, Rabu (14/1).

Beardsley juga menambahkan bahwa masalah ini semakin serius karena tidak semua produsen mau mengeluarkan pembaruan secara rutin. Keputusan ini juga dianggap memaksa para pengguna Android lawas untuk beralih.

(eno/eno)