Hal ini terungkap dari sebuah dokumen milik NSA yang dibocorkan oleh Edward Snowden, mantan pegawai NSA yang kini dikenal sebagai pembocor informasi intelijen AS. Kali ini Snowden memberi dokumen tersebut kepada media Der Spiegel asal Jerman.
Dalam dokumen itu tercatat bahwa serangan-serangan siber yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan berasal dari Tiongkok lebih sering menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat. Hal ini didapat berdasarkan temuan dari penelitian AS terhadap jaringan komputer di Tiongkok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena serangan ini, pemerintah AS harus mengeluarkan biaya hingga US$ 100 juta untuk memperbaiki jaringan dan perangkat komputer yang telah diretas.
Dalam dokumen tersebut juga dikatakan bahwa ketika NSA menelusuri jejak peretas lebih dalam, mereka tidak hanya menemukan sumber seranagn yang berasal dari Tiongkok. Tetapi juga menemukan bahwa Tiongkok telah mencuri banyak data dari negara di PBB termasuk AS. (adt)