Badan antariksa Amerika Serikat memang sudah menghentikan misi Apollo sejak 40 tahun lalu, namun pesawat nirawaknya berhasil mengidentifikasi pasokan air es di kutub utara dan selatan Bulan.
"Ini sudah lebih dari apapun dan telah menghidupkan minat pertambangan di bulan, ada es, ada bahan bakar," tulis pewarta dari media Physics World, Richard Corfield mengenai rencana NASA dan SEC tersebut, mengutip laporan situs Science Daily.
Lihat juga:Fakta Menarik Soal Jarak Bumi ke Bulan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SEC akan menyuling air es Bulan dengan cara mengirim manusia dan robot untuk menambang kutub-kutub di Bulan, lalu menggunakan produk konversi untuk memberi daya alat penambang agar menghidupi aktivitas di sana.
Sementara rover Bulan milik Tiongkok, Jade Rabbit telah sukses mendarat di Bulan pada Desember 2013 lalu. Setelah itu, badan antariksa Tiongkok mengusulkan untuk mendirikan "pusat di Bulan seperti yang sudah mereka lakukan di kutub selatan dan kutub utara Bulan".
"Semua pihak yang tertarik telah setuju bahwa Bulan adalah tumpuan penting pertama bagi migrasi umat manusia," tutur Corfield.
(eno)