Ceres ditemukan pada 1801 atau 129 tahun sebelum Pluto. Ia awalnya disebut planet, kemudian asteroid, dan sekarang disebut planet kerdil.
Ceres adalah satu dari lima planet kerdil yang diakui NASA dan International Astronomical Union (IAU). Empat planet kerdil lainnya adalah Eris, Pluto, Makemake, dan Haumea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah membimbing penyelidikan pesawat robotika ini selama lebih dari tujuh tahun pada perjalanan antarplanet lebih dari 3 miliar mil. Sepanjang jalan kami berlayar melewati Mars. Kami menghabiskan 14 bulan yang mengorbit dan meneliti protoplanet Vesta raksasa . ... Sekarang, akhirnya, kita berada di ambang melakukan eksplorasi pertama dari planet kerdil pertama,” kata Rayman kepada CNN.
Rayman memprediksi, planet itu diisi oleh bebatuan dan es. Tetapi ia mungkin menyimpan banyak air cair di bawah permukaan. “Mungkin berupa kolam, danau, atau bahkan lautan,” ujar Rayman.
Dengan memelajari Ceres, para peneliti berharap bisa lebih lanjut mengetahui bagaimana tata surya terbentuk.
Saat ini, NASA juga sedang memelajari Pluto dari kejauhan melalui misi New Horizons. Misi ini juga memelajari satelit-satelit alami yang mengelilingi Pluto.
Memang, perdebatan tentang planet dan planet kerdil masih sangat membingungkan orang awam. NASA sendiri saat ini mengakui ada delapan planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Sementara lima planet kerdi telah dijelaskan di atas.
NASA mengakui mungkin di jagat semesta masih ada banyak planet kerdil yang belum ditemukan. Profesor astronomi Mike Brown dari California Institute of Technology, memiliki perhitungan bahwa mungkin ada 360 planet kerdil.
Ia adalah peneliti yang membantu menemukan planet kerdil Eris dan salah satu yang kukuh mengatakan bahwa Pluto adalah planet kerdil, bukan planet penuh.
(adt/eno)