Praktik macam ini sering disebut unlock. Bolt menilai banyak oknum yang melakukan unlock modem lalu menjual kembali dengan harga lebih tinggi kepada konsumen.
"Kami sedang siapkan langkah tegas, tapi belum bisa bilang apa langkahnya. Karena unlock itu jelas melanggar hukum," kata CEO Internux Dicky Moechtar beberapa hari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bolt mengaku selama ini telah memantau para pelaku unlock dan siap membawanya ke meja hijau. Karena sejatinya, kata Dicky, perangkat tersebut hanya dirancang untuk layanan Bolt.
Pada Agustus 2014, Bolt meluncurkan produk ponsel pintar Powerphone berbasis Android yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan. Dalam waktu dekat, mereka juga akan menjual komputer tablet yang diklaim dibekali dengan komponen peranti keras premium.
Bolt saat ini memiliki satu juta pelanggan pada Februari 2015. Mereka menargetkan bisa meraih 3 juta pelanggan pada akhir 2015.
Internux merupakan perusahaan telekomunikasi pemegang lisensi Broadband Wireless Access (BWA), yang berarti hanya menyediakan layanan Internet. Ia tidak diizinkan memberi layanan telepon dan SMS. Daerah operasionalnya hanya di Jabodetabek, Banten, dan Medan.
Di tahun 2015, mereka menargetkan punya 4.000 BTS di Jabodetabek, Banten, dan Medan dengan investasi baru sebesar US$ 18 juta. Sekarang Internux mengklaim punya 2.900 BTS untuk menopang layanan. (adt)