Sejauh ini, sudah terpilih 100 kandidat Mars One terdiri dari ilmuwan, akademisi, dan segelintir masyarakat yang menginginkan petualangan menantang, mengingat ini hanya perjalanan satu arah. Siapa sangka sejumlah pakar keantariksaan meremehkan misi Mars One.
"Saya skeptis bahwa misi tersebut bisa tercapai sesuai rencana yang sudah mereka buat," ujar direktur Hayden Planetarium di Museum of Natural History, Neil deGrasse Tyson.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditilik dari dana yang dimilikinya, Mars One rencananya akan menjalankan misi dengan dana US$ 6 miliar, atau sekitar Rp 78 triliun. Sekilas memang terdengar banyak, namun tahun lalu NASA mengatakan bahwa misi awak ke Mars bisa memakan biaya sekitar US$ 80 miliar dan US$ 100 miliar. Jauh lebih besar dari Mars One.
Sejauh ini, Mars One baru menghasilkan donasi sekitar US$ 759,816. Angka tersebut hanya mencapai 0,01 persen dari total target US$ 6 miliar.
Sebagai pembanding lain, perusahaan perakit wahana antariksa dan roket milik Elon Musk, SpaceX saja baru mengantongi US$ 1,2 miliar untuk jelajah luar angkasa. (Baca: Tiga Kasus Penampakan UFO yang Menghebohkan)
Pemimpin proyek Mars One, Bas Lansdrop tak terpengaruh soal hambatan dana. "Masih ada putaran investasi selanjutnya dan kami tidak khawatir mengenai aspek finansial," ujarnya.
(eno)