Dijelaskan oleh Senior Vice President of Worldwide Marketing di Apple, Philip Schiller, bahwa MacBook terbaru ini mempunyai berat hanya 2 pound atau tidak sampai satu kilogram saja.
Seperti dikutip dari The Verge, kelebihan lain dari MacBook ini adalah seolah-olah seperti menggantikan posisi MacBook Air. Bagaimana tidak, komputer jinjing ini mempunyai ketipisan hanya 13.1 mm saja atau 24 persen lebih tipis dari MacBook
Ketipisan Macbook baru dibandingkan MacBook Air (Dok.Apple) |
Di atas panggung Schiller mengatakan bahwa semua yang hadir di MacBook ini serba baru. Bukan hanya sekedar tipis dan enteng saja. Beberapa misalnya, teknologi di keyboard ini yang diberi nama 'butterfly mechanism". Membuat keyboard ini sangat tipis dan ditambah pencahayan LED tiap tombolnya. Sehingga mengetik pun diklaim jauh lebih tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Touchpad yang menjadi ciri khas MacBook juga dirombak. Pengguna tidak lagi menemukan menyentuh klik pada tombolnya, karena saat ini sudah dimasukkan empat sensor gaya, satu di setiap sudut yang memungkin MacBook memilik senstivitas tekanan. Apple menyebutnya dengan Klik Force.
Di sisi lain dari bodi MacBook terbaru ini adalah kehadiran konektor USB type-C. Ini pertama kalinya laptop Apple menghadirkannya. Schiller menambahkan, butuh 18 orang untuk membangun USB type-C super tipis ini seperti yang dipunyai oleh Lenovo, Dell dan Hewlett Packard (HP). Selain itu juga terdapat port untuk DisplayPort, VGA, dan HDMI
Soal harga, MacBook baru ini akan dijual mulai dari US$ 1299 atau setara Rp 17 juta dengan pilihan warna gold, space gray dan silver. Mirip jajaran warna yang dipunyai oleh iPhone dan iPad terbaru. (tyo)
Ketipisan Macbook baru dibandingkan MacBook Air (Dok.Apple)