Walau Indonesia nampaknya tak akan mengarah kepada penggunaan senjata nuklir, Taswanda mengatakan bahwa setidaknya pengadaan tenaga nuklir, khususnya jenis multifungsi, akan sangat membangun citra Indonesia.
Kepada CNN Indonesia pria berkacamata ini menuturkan, sudah banyak negara-negara tetangga yang memanfaatkan tenaga nuklir. Contohnya, Tiongkok dan Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menekankan, pemerintah Tanah Air akan 'menyeleksi' tawaran teknologi reaktor berdasarkan dari kapabalitas terbaik.
"Sudah bukan zamannya memilih sesuai harga. Kami akan lihat mana yang terbaik, bukan lihat dari yang termurah," sambung Djarot sembari tertawa kecil.
Berdasarkan hasil kajian teknologi, reaktor yang akan digunakan RDE adalah tipe High Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR). HTGR dinilai sebagai reaktor inovatif yang menguntungkan dari sisi ekonomi, keselamatan, infrastruktur, serta proteksi fisik, lingkungan, dan limbah.
Pembangunan RDE akan dimulai dari tahun 2015 hingga 2019, di mana pada 2020 diharapkan RDE sudah bisa mulai digunakan. Kabarnya pemerintah akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun untuk merealisasikan program RDE ini.
(eno/eno)