Hal serupa juga dikatakan oleh Direktur Komunikasi dan Pemasaran Erajaya Group, Djatmiko Wardoyo. Per 2013, pengguna handset ponsel pintar tumbuh sekitar 22 persen sedangkan non smartphone semakin tumbuh di angka 40 persen.
"Pengguna handset 2G itu punya tiga alasan mengapa susah pindah ke lain hati. Mereka mengaku enggak bisa mengoperasikan touch screen, tulisan di handset non smartphone itu besar, dan baterainya diklaim awet," seru Djatmiko di Hotel Century Park, Jakarta, Selasa (7/4).
Lihat juga:Menkominfo Ingin 4G LTE Babat Pengguna 2G |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang dituturkan oleh Rudiantara, walau pengguna 2G masih sangat banyak, Indonesia tetap harus mengikuti perkembangan teknologi ICT.
Dengan digelarnya jaringan 4G LTE sebentar lagi, Rudiantara sempat mengatakan bahwa 4G pada akhirnya akan menggerus frekuensi pita 2G, sehingga yang tersisa hanya jaringan 3G dan 4G sendiri.
"Harus pilih dong, berpaling dari jaringan yang cuma SMS-an saja atau benahi internet lelet?" kata Rudiantara.
Perlu diketahui jaringan 4G LTE bisa mencapai kecepatan lebih dari 100 Mbps atau 15 kali cepat dari jaringan 3G yang sehari-hari kita gunakan.
(eno)