Country Product Group Leader Asus Indonesia, Juliana Cen, belum mau mengungkap tanggal pasti penjualan Zenfone di Indonesia. "Kota besar akan datang lebih cepat, lalu menyusul kota-kota lain," kata Juliana usai acara jumpa pers di Jakarta, Selasa (21/4).
Juliana mengatakan pihaknya menargetkan bisa menjual delapan juta unit ponsel pintar di Indonesia, dan sekitar 90 persen di antaranya diharapkan seri Zenfone.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua ponsel ini memakai prosesor Intel Atom 64-bit, menggunakan layar ukuran 5,5 inci, kamera belakang 13 megapixel, kamera depan 5 megapixel, dan baterai 3.000 mAh. Keempat model dibedakan berdasar harga, kecepatan prosesor, kapasitas RAM, dan resolusi layar.
Asus Zenfone 2 |
Juliana mengklaim saat ini Asus merupakan produsen ponsel pintar terbesar ketiga di Indonesia setelah Samsung dan Smartfren. Mengutip data lembaga riset IDC, Asus mengatakan mereka menguasai 12,5 persen pangsa pasar ponsel pintar di Indonesia sepanjang 2014 dengan angka pengiriman 1.408.151 unit.
"Karena dengan adanya rencana (TKDN) ini, kami harus pakai komponen lokal. Kalau tidak, kami tidak bisa impor. Oleh karena itu untuk perakitan di Batam kita menunggu penjelasan dari aturan ini," ujar Juliana.
Untuk merakit ponsel di Batam, Asus bekerjasama dengan pemanufaktur Sat Nusapersada. Ponsel Zenfone 2 yang dirakit Sat Nusapersada ini hanya untuk memenuhi permintaan di pasar Indonesia, bukan untuk diekspor.
(eno/eno)
Asus Zenfone 2