"Kami mulai operasi (pabrik) Mei besok. Sudah ada sekitar 100 karyawan yang bakal bekerja di pabrik kami," ujar Country Manager Smartphone Product Haier Indonesia, Kevin Jap kepada sejumlah awak media di markas Haier di Qingdao, Tiongkok, Selasa (28/4).
Kevin menuturkan, pabrik Haier di Indonesia akan fokus pada produksi perangkat Smartfren terlebih dahulu, khususnya produk ponsel pintar berteknologi 4G LTE.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haier menggelontorkan dana sekitar US$ 1 juta atau sekitar Rp 12,9 miliar untuk pembangunan pabrik di Cikarang tersebut. Kevin mengatakan, pabriknya itu adalah bekas pabrik PT Sanyo Elektrik yang telah diakuisisinya sejak 2011.
"Kami merenovasinya dan hanya butuh waktu sekitar satu tahun," katanya.
Selama ini, Haier adalah pemanufaktur perangkat ponsel pintar milik Smartfren sejak tiga tahun lalu. Sementara kerja sama kedua perusahaan terjalin sejak tujuh tahun lalu.
Smartfren selaku perusahaan telekomunikasi memang sedang bersiap menyelenggarakan jaringan 4G LTE yang diharapkan bisa komersial tahun 2015 ini. Mereka juga tak lama lagi akan mengeluarkan perangkat Android seri Andromax yang mendukung jaringan CDMA sekaligus 4G LTE.
(eno)