Langkah ini dilakukan Smartfren dan Haier untuk memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sedang digarap pemerintah.
"Tahun ini targetnya bisa capai 30 persen," kata Kevin Jap selaku Country Manager Smartphone Product Haier Indonesia kepada sejumlah awak media di markas Haier di Qingdao, Tiongkok, Selasa (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kevin mengklaim sejauh ini ponsel yang mereka buat untuk Smartfren sudah mencapai TKDN sebesar 28,8 persen. Angka 30 persen tersebut bisa secepatnya diraih saat teknologi Haier basis Tiongkok ditransfer ke Indonesia. Teknologi tersebut di antaranya peranti lunak atau software, pengujian produk, hingga penelitian dan pengembangan.
Selain Smartfren, sejumlah produsen ponsel pintar merek lain mengaku siap penuhi aturan TKDN. Mereka di antaranya Asus, Lenovo, Samsung, Microsoft Device, Oppo, hingga merek asal Jerman, Blaupunkt.
Menurut rencana, TKDN tidak hanya menghitung persentase komponen peranti keras pada ponsel, tetapi juga peranti lunak dan jasa. Jadi, jika produsen ponsel merekrut tenaga kerja lokal, menyediakan basis produksi di Indonesia, membuka toko retail atau menyediakan pusat layanan purna jual, itu sudah dihitung TKDN.
Jika produsen ponsel asing tak memenuhi syarat itu, mereka tak diizinkan untuk mengimpor produk ke Indonesia. (adt/eno)