Terdapat enam bidang yang diincar Telkomsel dalam kompetisi ini, yaitu pemerintahan, pendidikan, usaha kecil menengah (UKM), pariwisata, dan transportasi publik.
Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati mengatakan, kompetisi ini bakal digelar di 10 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tahu masalah kota adalah warga di kota itu sendiri. Karena itu mereka yang punya ide bisa melakukan eksekusi lalu pihaknya dan Telkomsel membantu melakukan akselerasi," ujar Yansen.
Aplikasi yang dinilai telah membantu masalah perkotaan adalah iGrow yang dikembangkan oleh Badr Interactive asal Depok. Mereka mengembangkan aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur hijau.
Di sini terdapat tiga peran yaitu sponsor atau investor selaku pemilik modal untuk mendanai penanaman, operator yang melakukan eksekusi, dan penyurvei independen yang menilai dan memberikan laporan kepada investor.
iGrow sukses jadi pemenang pertama kompetisi Startup Asia Jakarta 2014 dengan hadiah US$ 10.000 atau sekitar Rp 120 juta.
CEO Badr Interactive, Andreas Senjaya mengatakan, pengembang perlu menyingkirkan egonya dalam mengembangkan aplikasi untuk perkotaan dan mendekati warga setempat untuk memvalidasi masalah di kota mereka.
"Cari masalahnya dan kita pikirkan solusinya. Kalau bisa kasih solusi besar aplikasi kita akan dipakai. Itu kebahagiaan tersendiri untuk pengembang," kata Andreas.
Kompetisi The NextDev dari Telkomsel mengincar peserta berusia 18 sampai 30 tahun baik bersifat individu maupun tim. Periode pendaftaran dibuka mulai Mei sampai Juni 2015.
Telkomsel menjanjikan untuk memberikan pelatihan, publisitas, dan akses pasar kepada para pemenang The NextDev 2015.
(adt/eno)