Fenomena memukau tersebut direkan oleh Curiosity dari tempatnya berpijak, yakni di Kawah Gale.
Curiosity menangkap empat gambar bergerak selama enam menit 51 detik. Pesawat robotik mini itu menggunakan 'mata kiri' kameranya, Mast Camera atau Mastcam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dikarenakan panjang gelombang biru yang lebih pendek mampu menyelinap lewat atmosfer berdebu Mars lebih efisien daripada gelombang warna merah.
Efek ini sangat terasa karena cahaya lebih banyak bergerak melalui atmosfer tebal Mars pada saat Matahari terbenam ketimbang pada siang hari.
Jadi, campuran sinar warna biru yang datang dari Matahari seakan memang menjadi bagian dari langit di sekitarnya, melebihi taburan warna kuning atau jingga kemerahan. Video menakjubkan sunset di planet Mars bisa dilihat pada tautan berikut ini.
Bulan Maret lalu, Curiosity yang memang bertugas mendiami planet merah itu sempat mendeteksi komponen lain yang bisa menopang kehidupan, yaitu nitrogen.
Seperti di Bumi, nitrogen dibutuhkan sebagai salah satu unsur yang menopang kehidupan.
Temuan Curiosity ini menunjukan terbukanya kemungkinan ada siklus nitrogen di Mars dan diduga muncul dari serangan petir atau panas. Tim peneliti mengatakan, temuan ini sudah cukup menjamin untuk melanjutkan riset bukti terkait siklus nitrogen masa lampau di Mars. (eno/eno)