Dalam sebuah acara di Beijing, Rabu (20/5), eksekutif Huawei memamerkan sistem operasi yang mereka sebut sebagai LiteOS untuk mengontrol perangkat yang saling terhubung.
LiteOS dibangun dengan sifat terbuka dan bebas yang memungkinkan perancang perangkat keras untuk mengadopsinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Standarisasi infrastruktur akan mendorong pengembangan aplikasi di Internet, termasuk aplikasi Internet of Things (IoT)," kata Chief Strategy and Marketing Officer Huawei, William Xu, seperti dikutip dari Reuters.
Bulan lalu, Tencent selaku induk perusahaan aplikasi pesan instan WeChat, membuat sistem operasi sendiri bernama Tencent Operating System (TOS) untuk perangkat pintar yang terhubung dengan Internet, seperti pakaian, televisi, hingga jam tangan pintar, yang berpotensi menjadi pesaing Android buatan Google.
Sebelumnya perusahaan e-commerce Alibaba membuat Yun OS yang sedang diadopsi oleh produsen ponsel Meizu. Ada pula Xiaomi melakukan modifikasi sistem operasi Android yang diberi nama MiUI.
Baidu juga mengembangkan sistem operasi berbasis Android bernama DuWear yang dirancang untuk perangkat yang bisa dipakai di tubuh, dan kompatibel dengan perangkat Sony, Lenovo, Motorola, dan LG. Rencananya produk DuWear mulai dijual pada Juni 2015. (adt)