Uber Tawar Pesaing Google Maps Rp 39 Triliun

Susetyo Dwi Prihadi | CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2015 08:35 WIB
Satu lagi penawar Nokia Here, yang datang dari perusahaan Uber. Tawaran tinggi pun kabarnya diajukan oleh Uber. Nokia Here siap ditawar sejumlah perusahaan besar (CNN Indonesia/Trisno Heriyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak resmi membeli Alcatel-luncent, peta digital Nokia Here diumumkan dijual oleh sang empunya. Bagai pemain bintang dalam klub sepak bola, layanan ini pun langsung diantre oleh sejumlah perusahaan besar.

Paling terdepan, calon pembeli Nokia Here adalah perusahaan aplikasi penyedia taksi, Uber. Malahan dari sumber orang dalam yang tak disebutkan namanya itu, perusahaan itu berani menawar hingga US$ 3 miliar atau setara Rp 39 triliun.

Tentu saja ada alasan mengapa Uber perlu kepincut memiliki pesaing Google Maps tersebut. Salah satunya tentu saja untuk menyokong bisnis mereka yang memang mengandalkan peta digital di dalamnya. Demikian yang dikutip dari New York Times.


Sejauh ini, Uber bukan satu-satunya yang ingin memiliki Nokia Here. Sebab, setidaknya ada tiga pesaing lainnya datang dari produsen mobile mewah, yakni Audi, BMW dan Mercedes-Benz. Baca juga: Produsen Mobil Mewah Tawar Nokia Here

Menurut sumber yang dekat dengan perusahaan itu juga menyampaikan, mereka tidak ingin Google mengambil alih pasarnya saat berhasil mengembangkan sistem operasi Android dan mobil yang berjalan sendiri.

Di jagad perusahaan internet lainnya, perusahaan internet Facebook mengasih tanda juga tertarik untuk membeli Nokia Here.

Facebook telah menandatangani kesepakatan dengan Nokia untuk menggunakan peta Here pada layanan Facebook di versi mobile, kemudian pada aplikasi pesan instan Messenger dan Instagram di Android. Baca juga: Facebook Kasih Tanda ke Nokia Here

Menurut laporan TechCrunch, Facebook nampaknya juga memakai bahasa pemrograman untuk geo lokasi yang membantu pengguna mengidentifikasi lokasi setelah mereka melakukan check-in.

Facebook sebelumnya menggunakan layanan Bing di beberapa tempat ini. Dalam sebuah pernyataan, Facebook berkata perubahan ini "memberi lebih banyak kontrol dan fleksibilitas dalam memberikan pengalaman peta yang konsisten."

Tapi memang kerjasama itu juga belum tentu akan berakhir bahagia dengan pembubuhan tandatangan atas kesepakatan yang terjadi.

(tyo/tyo)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER