"Khusus untuk smartphone, kami berinvestasi US$ 800 ribu atau sekitar Rp 10,5 miliar. Saat ini kami sudah memiliki 40 pekerja," ujar Surachman dari Business Planning Haier Indonesia kepada awak media, Kamis (21/5).
Pihak Haier juga menjabarkan bahwa perusahaan melakukan pelatihan terhadap para pekerja pabrik selama tiga bulan dengan total pengeluaran sebanyak Rp 30 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai rencana, seiring pabrik Haier beroperasi, enam bulan pertama sebagai tahap awal perusahaan bakal memproduksi setidaknya 50 ribu unit produk per bulan. Setelahnya, secara bertahap jumlah kapasitas produksi akan terus ditingkatkan hingga 125 ribu unit tiap bulan.
Pabrik Haier tersebut adalah bekas pabrik PT Sanyo Elektrik yang telah diakuisisinya sejak 2011. Perusahaan tinggal melakukan renovasi selama satu tahun.
Selama ini, Haier adalah pemanufaktur perangkat ponsel pintar milik Smartfren sejak tiga tahun lalu. Sementara kerja sama kedua perusahaan terjalin sejak tujuh tahun lalu.
(eno)