Jarak tempuh yang harus dilintasi oleh Solar Impulse 2 ke negara bagian Amerika Serikat tersebut sekitar 8.500 kilometer dan akan memakan waktu kurang lebih antara lima hari sampai enam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari The Guardian, dia akan beristirahat saat siang dengan mengubah kursinya ke posisi menjadi tempat tidur. Selama dia tidur siang itulah, pesawat akan mengudara menggunakan autopilot.
Solar Impulse 2 terbang dengan kecepatan antara 50 dan 100 kilometer per jam, seperti mobil di darat. Pesawat itu lepas landas dari Nanjing, Tiongkok Timur pada Minggu (31/5) dini hari.
Diketahui bobot Solar Impulse 2 hanya 2.300 kilogram, hal itu membuat pesawat tenaga surya ini membutuhkan kondisi cuaca yang sempurna, termasuk kecepatan angin haluan yang kurang dari 7 kilometer per jam.
"Saya berdoa agar berhasil melintas Pasifik. Cuaca sedang baik, sehingga saya harap bisa mencapai Hawaii dengan keadaan stabil," ucap Borschberg sesaat sebelum lepas landas.
Solar Impulse 2 lepas landas dari Abu Dhabi pada 9 Maret lalu dan sukses terbang menuju Oman, India, dan Myanmar. Tiongkok adalah tujuan keempat setelah Myanmar dan sesuai rencana, pesawat ini akhirnya terbang menuju Hawaii.
Pada April lalu, Solar Impulse 2 sempat menghentikan perjalanannya karena cuaca buruk di Tiongkok sehingga harus menetap sementara di sebelah barat daya kota Chongqing.
[Gambas:Video CNN] (tyo/tyo)