Rencananya memang Solar Impulse 2 akan mengangkasa kurang lebih enam hari menuju Hawaii, Amerika Serikat. Namun pilot Andre Borschberg terpaksa harus turun di wilayah Jepang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menempatkan keamanan di atas semua prioritas. Kami semua sangat bahagia dengan pesawatnya, tapi sayang cuacanya tidak mendukung," ujarnya. "Kami mendarat di Nagoya dan kami menunggu kondisi yang lebih baik untuk melanjutkan penerbangan."
Selama penerbangan, Borschberg yang mengendalikan pesawat tenaga surya seorang diri itu setiap hari akan berada di ketinggian 28 ribu kaki dan merasakan perubahan suhu sekitar 55 derajat Celsius.
Solar Impulse 2 mendarat darurat di Jepang |
Pesawat ini mendapat energi dari 17 ribu sel surya yang dipasangkan di bodi pesawat, sayap, dan ekor. Walau mengandalkan tenaga surya, Solar Impulse tetap bisa terbang pada malam hari berkat daya yang tersimpan di dalam baterai seberat 633 kilogram.
Sayapnya seukuran pesawat Boeing 747, tapi kecepatan terbang Solar Impulse 2 sama dengan mobil di darat.
(tyo/tyo)
Solar Impulse 2 mendarat darurat di Jepang