"Kami sudah dapat ULO sekitar bulan lalu. Jadi sudah siap 4G LTE setelah melakukan uji coba," kata Merza Fachys, Direktur Smartfren Telecom dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uji laik operasi dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang dibangun Smartfren untuk LTE sudah benar-benar siap untuk melayani layanan yang dia tawarkan ke masyarakat," ujar Ketut saat dikonfirmasi CNN Indonesia.
Semester dua tahun ini kami akan luncurkan 4G Merza Fachys |
Direktur Smartfren Telecom, Merza Fachys. (CNN Indonesia/Aditya Panji) |
Smartfren akan memiliki sumber daya frekuensi seluas 30 MHz di spektrum 2.300 MHz setelah mereka sepenuhnya pindah dari 1.900 MHz. Sementara di 850 MHz Smartfren memiliki pita lebar 10 MHz, di mana 5 MHz di antaranya adalah hasil pengalihan frekuensi yang diberikan Esia setelah kedua perusahaan sepakat dan mendapat restu pemerintah untuk melakukan kerja sama penyelenggaraan jaringan pada November 2014.
Merza melanjutkan, jaringan 4G LTE Smartfren bakal tersedia di seluruh kawasan yang telah ada jaringan Smartfren. "Semua daerah yang sudah dijangkau Smartfren akan dapat 4G LTE. Kecuali Papua, Maluku, dan NTT. Kami tidak ada di sana," ucap Merza.
Smartfren mengoperasikan sekitar 6.000 BTS CDMA EVDO yang secara bertahap akan diperbarui agar mendukung 4G LTE. Perusahaan ini melayani 12 juta pelanggan yang sekitar 60 persen di antaranya pelanggan Internet. Mereka menargetkan punya 15 juta pelanggan pada akhir 2015.
(eno)
Direktur Smartfren Telecom, Merza Fachys. (CNN Indonesia/Aditya Panji)