Fosil itu sebetulnya sudah teronggok begitu saja di dalam koleksi museum di London selama satu dekade. Fosil ditemukan sebelumnya di Provinsi Alberta, Kanada.
Tapi ketika ilmuwan kembali melakukan penelitian terhadap fosil itu, mereka menemukan struktur mikroskopis yang ternyata adalah sel darah merah plus inti sel dan serat kolagen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti dari Universitas College di London, melakukan sejumlah eksaminasi memakai mikroskop canggih dan memotong-motong sampel memakai berkas ion terfokus, untuk memeriksa bagian dalam struktur.
Sementara jejak kolagen dan fragmen asam amino ditemukan pada fosil yang merupakan koleksi Museum Sejarah Alam London. Kolagen adalah stuktur protein utama dalam berbagai tipe jaringan, termasuk tulang dan kulit.
Pertanyaannya, mungkinkah temuan itu diekstrak dan melahirkan kloningan dinosaurus seperti pada film Jurassic Park? Maidment menggeleng.
“Walaupun kita telah menemukan unsur dari struktur jaringan internal dan diinterpretasikan sebagai inti sel di dalam sel-sel kita, dan sel yang kita temukan merupakan komponen asli darah yang terawetkan, tak ada bukti adanya DNA dalam inti sel itu,” katanya, seperti dilansir Reuters dari jurnal Nature Communications.
Dia melanjutkan, meskipun ditemukan beberapa fragmentasi DNA, tetap tak mungkin merekonstruksi dinosaurus. “Karena kita membutuhkan genome yang lengkap untuk memastikan di mana lubang-lubang di DNA itu,” kata dia lagi.