Dalam surat email kepada para investor, pendiri sekaligus CEO Uber Travis Kalanick mengatakan China adalah "prioritas nomor satu" bagi perusahaan di seluruh dunia dan Uber sendiri melayani hampir 1 juta perjalanan per hari di negara itu.
Langkah ini menandakan Uber siap menghadapi segala tantangan di Negeri Tirai Bambu, meskipun kantor mereka sempat digerebek oleh pihak berwenang dan para pengemudi yang dinilai beroperasi secara ilegal oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uber sejauh ini telah beroperasi di 11 kota di China dan Kalanic berencana memperluas agar dapat beroperasi di 50 kota tahun depan karena ada potensi pertumbuhan lebih lanjut.
Di China, Uber bersaing dengan layanan lokal Didi Kuaidi yang didukung oleh perusahaan Internet Tencent Holdings dan Alibaba Group Holdings.
Uber juga terus mendekatkan diri secara aktif dengan pemerintah setempat sebagai upaya menangkis protes oleh perusahaan taksi dan pesaing lokal. (adt)