Pabrik perakit ponsel itu dibangun di atas tanah 6000 meter persegi, dan ditaksir bakal menyerap sekitar 1.100 tenaga kerja untuk berbagai profesi.
Pabrik tersebut diperkirakan Samsung bakal merakit sekitar satu juta sampai 1,5 juta unit per bulan yang terdiri dari ponsel pintar, feature phone dan komputer tablet yang sebagian besar komponennya masih didatangkan dari luar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Menperin juga menargetkan pendirian pabrik ini merangsang tumbuhnya industri penunjang seperti industri komponen telepon seluler.
Vice President Director Samsung Electronics Indonesia, Lee Kang Hyun yang turut hadir dalam peresmian tersebutmengatakan, Indonesia merupakan negara strategis yang memiliki peluang tidak terbatas. "Pabrik ini menguatkan komitmen investasi kami di Indonesia," ujarnya. (eno)