Pilot Andre Borschberg telah lepas landas menuju Hawaii pukul 18.03 waktu setempat pada Minggu (29/6) dari Nagoya Airfield menggunakan pesawat seberat mobil itu. Sesuai rencana, ia terbang melintasi Samudera Pasifik dan menerbangkannya tanpa henti hingga tiba di tujuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Andre Borschberg telah melewati titik di mana ia tak bisa kembali ke rute sebelumnya dan harus menjalani penerbangan lima hari lima malam hingga misi ini selesai," tulis pihak Solar Impulse di situs resminya.
Adapun kicauan dari akun Twitter Solar Impulse yang mempublikasikan foro Borschberg di dalam kokpit pesawat.
[Gambas:Twitter]
Awal Juni lalu, Solar Impulse 2 yang seharusnya terbang melintasi Samudera Pasifik dari China terpaksa harus mendarat darurat di Nagoya lantaran cuaca yang tidak mendukung. Akibat hembusan angin yang kencang kala itu, sayap Solar Impulse 2 mengalami kerusakan.
Kerusakan sayap Solar Impulse 2 tersebut kemudian membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk diperbaiki.
Pesawat bertenaga surya yang memiliki kecepatan maksimum 140 kilometer per jam itu mendapat energi dari 17 ribu sel surya yang dipasangkan di bodi pesawat, sayap, dan ekor. Walau mengandalkan tenaga surya, Solar Impulse tetap bisa terbang pada malam hari berkat daya yang tersimpan di dalam baterai seberat 633 kilogram.
Setelah Hawaii, destinasi Solar Impulse 2 berikutnya adalah Phoenix, Amerika Serikat.
(eno)