Chief Brand Officer Smartfren Telecom, Roberto Saputra mengatakan, dalam sebuah handset yang sudah mendukung teknologi 4G LTE, seharusnya turut dilengkapi dengan konten multimedia yang bisa diakses memanfaatkan teknologi Internet mobile generasi keempat itu.
Ia menyayangkan jika Internet kecepatan tinggi hanya dipakai untuk keperluan chatting dan media sosial. "Kita perlu kuatkan konten. Salah satu caranya ya kerjasama dengan mitra yang sudah ada," ujar Roberto kepada awak media di Jakarta, Jumat (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan ini Smartfren dilaporkan akan serius menggarap konten untuk perangkat Andromax, salah satunya adalah konten video. Mereka juga berupaya memperkuat aplikasi yang dipasangkan pada Andromax.
Smartfren sudah mulai menjual lima ponsel pintar Android serta dua mobile Wi-Fi router yang mendukung 4G LTE beberapa waktu lalu dengan harga terjangkau.
Perusahaan telah meluncurkan layanan 4G LTE pertamanya di Kota Batam pada 6 Juli 2015 lalu memanfaatkan spektrum 850 MHz setelah mengantongi Sertifikat Kelayakan Operasi (SKLO) dari Kemenkominfo. Selanjutnya mereka akan menyelenggarakan 4G LTE di 22 kota lain setelah pembangunan infrastruktur rampung pada semester kedua 2015.
Perusahaan ini mengadopsi teknologi standar pengantaran data FDD (Frequency Division Duplex) di spektrum frekuensi 850 MHz yang dimanfaatkan untuk menjangkau cakupan yang lebih luas, juga standar TDD (Time Division Duplex) di spektrum 2.300 MHz untuk memberi akses unduh yang lebih cepat. (adt)