“Komisi menemukan bahwa, meskipun perusahaan gabungan setelah dikombinasikan pangsa pasarnya berada di sekitar 30 persen untuk beberapa jenis peralatan tertentu, lalu tumpang tindih kegiatan di antara kedua perusahaan secara efektif terbatas,” tulis Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Beli Alcatel-Lucent, Nokia Jual Peta Digital Here
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggabungan dua perusahaan ini membuat mereka menjadi perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi terbesar kedua di belakang Ericsson asal Swedia.
Nokia dan Alcatel tentu berharap langkah mereka ini dapat menantang produsen asal Tiongkok, seperti Huawei dan ZTE, yang agresif menawarkan produk dan layanan harga terjangkau. CEO Nokia, Rejeev Suri, akan memimpin perusahaan gabungan ini. (adt)