Pengemudi GrabBike Raup Rp 8 Juta per Bulan

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2015 16:49 WIB
Aplikasi GrabBike yang menghubungkan konsumen dengan para pengojek motor, mengklaim pendapatan rata-rata mitra pengojeknya mencapai Rp 8 juta per bulan. Ribuan pengendara motor melakukan pendaftaran GrabBike di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2015. Sebanyak 8.500 pengemudi motor mendaftar untuk bergabung dengan GrabBike yang dibagi dalam dua kelompok. Sebanyak 3.500 kandidat sebelumnya sudah pernah mendaftar di GrabBike dan 5.000 lain belum pernah daftar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aplikasi ponsel pintar GrabBike yang menghubungkan konsumen dengan para pengojek motor, mengklaim pendapatan rata-rata mitra pengojeknya mencapai Rp 8 juta per bulan.

GrabBike, yang layanannya berada dalam aplikasi GrabTaxi, telah hadir di Indonesia pada 20 Mei 2015 dengan tarif promosi Rp 5.000 ke mana saja dan memberi subsidi kepada mitra pengojek.

"Untuk penghasilan para pengemudi, rata-rata sudah mencapai Rp 8 juta per bulan. Ada juga yang sudah belasan juta. Kami juga berikan banyak bonus," kata Kiki Rizki selaku Head of Country Manager GrabTaxi Indonesia dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (12/8).


Baca juga: 8.500 Orang Melamar jadi Sopir Ojek GrabBike

Ia mengklaim sejak aplikasi GrabBike diluncurkan, mereka sukses meraih 500 ribu order dalam tujuh pekan.

Sistem insentif yang diberikan oleh GrabBike sebagai bonus kepada mitra pengemudi didasarkan pada rating yang diberikan oleh penumpang. Pihak GrabBike meyatakan bahwa rate bintang yang ada di dalam aplikasi sifatnya penting untuk penilaian.

Selain itu, bonus lain yang diberika ke pengemudi GrabBike berupa insentif Rp 15 ribu setiap perjalanan yang mereka jalani.

Pengemudi GrabBike juga mendapat keuntungan lain yaitu asuransi kesehatan dan kecelakaan dari perusahaan asuransi yang telah bekerjasama dengan GrabTaxi. Hal ini juga dilakoni oleh Gojek, selaku pemimpin pasar layanan ojek panggilan berbasis aplikasi.

GrabBike bisa disebut berani dalam menerapkan sistem bagi hasil. Kiki mengaku pembagiannya berupa 90 persen untuk si pengemudi dan 10 persen untuk perusahaan GrabBike.

Sementara itu, pembagian hasil yang diberika Gojek berupa 80 persen untuk pengemudi dan 20 persen untuk Gojek. (adt/eno)