Seperti diketahui, di frekuensi 2.300 MHz Smartfren mempunyai pita lebar sebanyak 30 MHz yang dimanfaatkan semuanya untuk 4G LTE. Operator ini masih menyisakan voice dan SMS di frekuensi 850 MHz dengan sumber 10 MHz, maka mereka akan membagi dua untuk internet juga.
Ini belum lagi di 1.900 MHz nantinya Smartfren akan boyongan dan mengosongkan kanal tersebut, karena sebagai konsekuensi setelah menempati 2.300 MHz. Lalu, bagaimana Smarfren mengakali agar layanan dasar, seperti voice tidak punah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, "Smartcall itu aplikasi, namun basic number tetap ada. Ketika mau panggilan voice ke antar operator yang di sistem kita akan dideteksi lalu diterima untuk di-billing mau ke mana. Kalau mau ke Telkomsel, ya sudah ditarik pulsa (untuk biaya interkoneksi)."
Namun Munir mengingatkan hal tersebut akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan, dan bukan saat Smartfren melakukan komersialisasi dalam waktu dekat.
"Cuma hari ini, yang ready VoLTE belum banyak. Voice kita masih CDMA, pure LTE VoLTE sudah jalan ke depannya. Pak Roberto punya solusi, SmartCall, running under apapun, pakai LTE saja sudah bisa (voice) jalan asalkan berbasis data," Munir, menandaskan.