Di era serba canggih seperti sekarang, kebanyakan orang mengandalkan perangkat keras drive untuk menyimpan data digital. Siapa sangka, DNA manusia bisa menjadi wadah penyimpanan informasi digital dalam ruang yang sangat kecil.
Popular Science mewartakan, hasil eksperimen tim peneliti yang diperlihatkan pada pertemuan tahunan American Chemical Society itu mengungkap bahwa penyimpanan di dalam DNA bisa bertahan hingga 2.000 tahun tanpa alami kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, biasanya harddisk bisa menyimpan data sebesar 5TB, sementara DNA manusia diperkirakan mampu menyimpan hingga 300 ribu TB dengan empat nukleotidanya.
Ketika peneliti membaca 'sandi' DNA, mereka tak menemukan kesalahan, sehingga hal ini menunjukan bahwa DNA berjalan dengan baik dan informasi yang telah mereka sandikan tetap utuh.
Metode ini diprediksi bakal mahal dan membuat para tim peneliti Swiss tersebut berencana untuk memikirkan soal sistem bagaimana cara mengarsipkan data atau informasi itu dalam waktu dekat.