Neptunus dan Uranus jadi Target Eksplorasi NASA

Astria Zahra Nabila, CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2015 17:21 WIB
Neptunus dan Uranus jadi Target Eksplorasi NASA Badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration. (Dok. FitzFox/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menetapakan planet Neptunus dan Uranus sebagai target eksplorasi berikutnya dan mereka telah meminta para ilmuwan untuk mendesain pesawat antariksa untuk mencapai dua planet itu.

Penelitian yang dilaksanakan di Jet Propulsion Laboratory (JPL) ini menargetkan pesawat antariksa yang dapat diterbangkan sekitar akhir  tahun 2020-an atau awal 2030-an. Dana yang disiapkan untuk penelitian dan pengembangan pesawat mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun.

Jika kelak misi ini berjalan, NASA berjanji akan mengungkap hasil temuan kepada para ilmuwan.


Baca juga: Melihat dari Antariksa, Astronaut Jepang Kagumi Indonesia

Apabila dibandingkan dengan misi-misi sebelumnya, seperti misi Discovery dan New Frontier, penerbangan pesawat antariksa ke Neptunus dan Uranus memakan jumlah uang jauh lebih besar.

"Salah satu penghalang kami untuk dapat menjalankan misi ke Neptunus dan Uranus ini adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan," ujar Jim Green, kepala divisi Planetary Science NASA, pada pertemuan pekan ini yang dihadiri oleh lembaga-lembaga sains yang didanai oleh NASA.

Wacana menerbangkan pesawat antariksa ke Neptunus dan Uranus  sudah mulai terdengar sejak 26 tahun silam. Namun, berbagai masalah menyebabkan misi tersebut tidak dapat terealisasi hingga sekarang.

Selain isu biaya, misi ke dua planet es tersebut juga terhalang karena kekurangan persediaan plutonium untuk dijadikan bahan bakar pesawat antariksa yang tersedia dulu kala. Plutonium dibutuhkan dalam misi tersebut karena dapat mempercepat proses penerbangan pesawat antariksa.

Penerbangan ke Neptunus dan Uranus kemungkinan besar akan bergantung pada pemakaian baterai nuklir yang ditenagai oleh plutonium.

Tenaga nuklir diperlukan untuk mengeksplorasi area di luar jangkauan tata surya, mengingat sinar matahari sulit menjangkau daerah-daerah tersebut sehingga panel tenaga matahari tidak dapat digunakan.

Para ilmuwan berpendapat Neptunus dan Uranus sebagian besar terdiri dari bebatuan, es, dan juga ammonia, sehingga kedua planet mendapat julukan si es raksasa. Uranus berjarak sekitar 2,9 miliar km dari matahari, sedangkan Neptunus 4,5 miliar km. (adt/tyo)