Sebanyak 20 finalis yang tersaring dari tahap sebelumnya ini merupakan individu atau kelompok developer muda dari berbagai daerah di Indonesia yang kemudian akan mengikuti serangkaian tahapan selanjutnya yang terdiri dari bootcamp (design, development, distribute), pitching, dan investor meet up.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa anak muda Indonesia ingin berkontribusi terhadap perubahan yang lebih baik di kotanya melalui karya-karya mereka.
Berikut adalah daftar 20 aplikasi untuk solusi perkotaan demi menuju Smart City (kota pintar):
e-Education: Sekolah Koding (Hilman Ramadhan, Makassar), Rumah Sinau (Abdul Basir, Jakarta), Sarjana.co.id (Setra Yappi, Surabaya).
e-Government: iWatchYou (Arrival D. Sentosa, Bandung), GandengTangan (Nur Roni D., Jakarta), kolek.in (Danu Pujiachiri), HICO (Doni Prabowo, Yogyakarta), Tilang.in (Laurensius Faleddo, Semarang), SmartGorontalo (Dea Venditama, Gorontalo)
e-Transportation: Nebengers (Andreas Aditya S, Jakarta)
e-Tourism: BATAMciti (Yolanda Agustina, Batam), Lenscoop (M. Badrullami, Surabaya), Pontinesia (Adhitya T. Nugraha, Pontianak), Jejakku (Ahimsa D. Afrizal, Surabaya), Travis (Diagnosa Fenomena, Surabaya)
e-Health: Healink (Fikri W, Yogyakarta), Bloodjob (Martin Luter, Jakarta), QCare (Satria D. Raharjo).
e-UKM: ERZ4P (Risa Hisamuddin, Denpasar), Appsterize (Faizal Hitobeli, Jakarta)
(tyo)