"Kemarin ada laporan dari Open Signal bahwa setelah diresearch dari Open Signal untuk cakupan data Smartfren adalah nomor satu," tutur Direktur Smartfren Roberto Saputra di Jakarta, Jumat (2/10).
OpenSignal merupakan aplikasi yang mengukur kekuatan sinyal dan jaringan pengguna smartphone di dunia. Dalam menyusun laporannya, Open Signal menarik data sampel selama Juni -Agustus dari 325.221 pengguna LTE di iOS maupun Android yang terhubung dan aktif di jaringan 4G. Selain itu, OpenSignal juga memakai data tiga bulan sebelumnya sebagai perbandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, Open Signal mencatat layanan 4G LTE di kuartal tiga tahun ini baru mencakup 43 persen wilayah di Tanah Air. Hal itu membuat Indonesia menduduki peringkat 64 dari 68 negara yang disurvei. Adapun peringkat pertama diduduki oleh Korea Selatan dengan cakupan jangkauan 4G LTE sebesar 97 persen.
Sebagai informasi, Smartfren merupakan operator pertama di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi 4G LTE-Advanced. Jaringan Smartfren 4G LTE Advanced mengadopsi LTE Radio Technology, Time Division Duplex (TDD) di frekuensi 2.300 MHz dan frekuensi 850 MHz. Ditandai dengan peluncuran secara nasional pada Rabu (19/8) lalu, kini layanan Smartfren 4G LTE bisa dinikmati di 22 kota di Tanah Air.