Alasannya, duo produk tersebut diklaim sebagai satu-satunya perangkat yang bisa mengadopsi berbagai jenis spektrum yang ditawarkan oleh seluruh penyedia layanan generasi keempat di Indonesia.
"Ini smartphone 4G LTE untuk semua operator. Produk ini hanya ada satu di pasar," kata Presiden Direktur PT Hisense International Indonesia Stephen Qu di Jakarta beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hisense Pureshot hadir untuk mengakomodir semua spektrum tersebut, pengguna bisa menggunakan kartu operator dari mana saja untuk menikmati 4G LTE.
Stephen menargetkan kedua produk yang memiliki dua slot kartu SIM ini bisa bersaing dengan penguasa pasar smartphone 4G LTE, Samsung.
Dari sisi harga, Hisense Pureshot dipatok pada harga Rp 2.699.000 per unit sedangkan Hisense Pureshot plus dibanderol pada harga Rp 3.199.000 per unit atau masih di bawah harga rata-rata ponsel pintar dengan spesifikasi sejenis yang ada di kisaran Rp 4-5 jutaan.
Menurut Stephen, peluncuran duo produk pada 9 September 2015 lalu merupakan momentum yang tepat.
Bermitra dengan operator Smartfren, pengguna Hisense Pureshot dan Hisense Pureshot Plus bisa mendapatkan jangkauan 4G LTE terluas.
Selain itu, kedua perangkat smartphone itu juga didukung oleh Octacore Processor A53 (64 bit) Qualcomm Snapdragon 415/GPU Andreno 405 yang diklaim Stephen sebagai processor smartphone terbaik di kelasnya.
Perlu diketahui, operator penyedia layanan generasi keempat di Indonesia memanfaatkan frekuensi yang berbeda. Operator Smartfren menyediakan layanan 4G LTE di spektrum Time Division Duplex (TDD) 2.300 MHz dan Frequency Division Duplex (FDD) 850 MHz.
Bolt memiliki frekuensi 4G di TDD 2300 MHz. Sementara itu, tiga operator GSM Telkomsel, Indosat, dan XL memberikan layanan 4G LTE di pita lebar 1.800 MHz dan 900 MHz. (eno)