Berita ini muncul setelah pendiri Twitter, Jack Dorsey, diangkat menjadi CEO permanen perusahaan pada 5 Oktober lalu.
Belum diketahui berapa banyak karyawan Twitter yang akan diberhentikan dari pekerjaan. Menurut laporan Recode, kemungkinan itu akan memengaruhi sebagian besar divisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan saat ini sedang berupaya meningkatkan pertumbuhan pendapatan. Mereka juga berusaha meningkatkan daya tarik layanan di tengah pertumbuhan jumlah pengguna yang mengalami stagnasi
Dorsey berkata jumlah penggunanya pada kuartal dua 2015 ini berada di angka 304 juta, naik dari 302 juta pengguna pada kuartal sebelumnya. “Ini tidak bisa diterima dan kami tidak senang tentang itu,” katanya.
PHK di Twitter terjadi di saat perusahaan sedang melakukan restrukturisasi organisasi agar membuatnya lebih efisien.
Juru bicara Twitter enggan mengomentari kabar ini. "Kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi," ujar juru bicara Twitter kepada Reuters. (adt)