Elon Musk Sayangkan Apple 'Bajak' Karyawan Tesla

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 13/10/2015 07:10 WIB
Elon Musk Sayangkan Apple 'Bajak' Karyawan Tesla Pendiri sekaligus CEO perusahaan mobil listrik Tesla Motors. (REUTERS/Patrick T. Fallon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sang pendiri sekaligus CEO perusahaan Tesla Motors, Elon Musk bersikeras mengaku tidak membenci raksasa teknologi Apple walaupun banyak karyawannya yang telah “dibajak” oleh Apple.

Musk dalam sebuah wawancara dengan sebuah majalah asal Jerman sempat mengklaim bahwa Apple merupakan 'kuburan' bagi Tesla karena perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook itu 'menampung' para karyawan yang telah dipecat.

Entah lupa atau tak menyadari ucapannya, Musk kemudian terlihat ingin memperhalus komentarnya melalui kicauan di akun Twitter. Ia menyatakan bahwa ia menyambut dengan baik pengembangan Apple terhadap produksi mobil listrik.


"Saya tidak membenci Apple. Ia perusahaan yang hebat dengan banyak karyawan bertalenta. Saya mencintai produknya dan saya senang mereka sedang memproduksi mobil listrik," kicau nama pengguna @elonmusk itu pada Sabtu (10/10).

Tweet Musk mengundang lebih dari 3.000 retweet dari para pengikutnya.

Musk juga berkicau mengenai kekagumannya terhadap perangkat jam tangan pintar Apple Watch. "Soal Apple Watch, Jony dan timnya menciptakan desain cantik, namun fungsinya belum menarik. Saya tunggu di versi ke-3," begitu kicaunya lagi.

Mengutip situs International Business Times, pernyataan Musk mengenai pengembangan mobil listrik Apple tersebut dinilai menguatkan rumor dan spekulasi bahwa kreasi Apple memang bakal menjadi pesaing Tesla nantinya.

Sekitar bulan Agustus kemarin, Apple mencomot teknisi senior Tesla, Jamie Carlson.

Selain Carlson, tercatat Apple telah merekrut Xianqiao Tong, seorang teknisi dari Nvidia yang mengembangkan peranti lunak komputer sebagai sistem pembantu pengemudi.

Tak hanya Tong, Apple juga merekrut mantan teknisi dari Volkswagen AG, Megan McClain yang memiliki keahlian dalam sistem kemudi otomatis dan Sanjai Massey yang memiliki segudang pengalaman dalam pengembangan kendaraan yang bisa berjalan otomatis dari Ford.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Apple merekrut Haran Arasaratnam dari Ford Motor untuk bekerja sebagai teknisi baterai dan Robert Gough dari perusahaan penyokong otomotif Autoliv untuk bekerja di proyek istimewa dari Apple sendiri.

Apple mengaku telah memikirkan pengembangan mobil sejak lama. Senior Vice President divisi pemasaran Apple, Phil Schiller mengatakan bahwa para jejeran eksekutif sudah berdiskusi memproduksi mobil sebelum iPhone dirilis pada 2007 silam. (adt)