Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama tiga CEO operator telekomunikasi, dari Indosat, XL Axiata dan Telkomsel pun menandatangani kerjasama soal Project Loon ini. Diharapkan dalam waktu singkat teknologi ini bisa segera dikomersialkan.
Seperti diungkapkan oleh CEO XL Axiata Dian Siswarini, bahwa technical trial tersebut akan dimulai di tahun 2016 dan Project Loon ini sebagai alternatif teknologi untuk men-cover daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terstrial network.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, "Saat ini agreement masih sebatas untuk tech trial. Masih perlu analisa lebih lanjut ke tahap berikutnya."
ebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.
Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya.
Lalu soal skema pembagian biaya yang ditanggung untuk operasional Project Loon ini, Dian dengan diplomatis menjawab "pokoknya dari sisi operator biaya trial sangat minimal." (eno/tyo)