Beli Kartu SIM Pakai KTP, XL Edukasi ke Pelanggan

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Sabtu, 17/10/2015 01:42 WIB
Beli Kartu SIM Pakai KTP, XL Edukasi ke Pelanggan CEO PT XL Axiata di depan logo perusahaanya (CNN Indonesia/ Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- XL Axiata tak merasa terancam pelanggannya akan berkurang apabila aturan baru yang mewajibkan KTP untuk pembelian kartu SIM seluler resmi diterapkan pada Desember 2015 mendatang.

"Untuk XL sih dampaknya tidak akan negatif karena sejak awal tahun kami sudah transfer model bisnis yang tak lagi bertumpu pada jumlah pelanggan," ucap Dian Siswarini selaku CEO XL Axiata kepada awak media di Graha XL, Jakarta (16/10).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga menyatakan hal yang sama, bahwa kini bukan saatnya lagi bagi perusahaan telekomunikasi untuk mengejar jumlah pelanggan, tetapi mulai harus mengincar pendapatan.


Dian pun menekankan, jumlah pelanggan tak bisa disamakan dengan kartu SIM yang beredar di pasar. Sehingga jumlah kartu SIM yang terjual tak memiliki korelasi dengan tingkat kematangan perusahaan.

"Kami setuju dengan (Menkominfo) Rudiantara, metriks kematangan perusahaan tak lagi soal jumlah pengguna, namun dari revenue. Jadi soal aturan wajibnya KTP dalam pembelian kartu SIM ini tentu tak akan membawa efek negatif," sambungnya.

Soal persiapan implementasi pendaftaran KTP ini, XL mengaku sudah menyelesaikan sistem IT dengan peranti lunaknya. Hal paling krusial yang perlu dilakukan adalah edukasi ke outlet ritel yang bekerja sama dengan XL.

Dian meyakini, penggunaan KTP adalah demi kepentingan tracking pengguna agar bisa mengetahui pelanggan palsu yang membeli kartu SIM untuk kegiatan yang tak diinginkan seperti kejahatan berbasis digital.

Penertiban ini berlaku mulai 15 Desember 2015. Menurut Rudiantara, aturan baru ini mampu membantu para operator memperoleh pelanggan berkualitas dan mendorong pendapatan perusahaan telekomunikasi.

Seperti yang dijelaskan Dian, untuk sementara kemungkinan masih pakai dua cara. Pertama, si petugas outlet ritel yang mengisi informasi identitas si pelanggan menggunakan ID-nya sendiri (ROID). Kedua, untuk daerah remote, petugas ritel memberi kode identitas ROID-nya kepada para pelanggan agar bisa mengisi tanpa harus ke outlet.

Pihak XL berharap implementasi ini betul-betul sudah bisa beroperasi tepat waktu dan seterusnya bisa menggunakan metode yang lebih matang lagi demi menghindari kesalahan teknis saat proses registrasi.

(tyo)