Kantor berita resmi Xinhua asal China melaporkan, hanya di bawah 59 persen barang yang dijual secara online tahun lalu adalah produk "asli atau berkualitas baik."
Negeri Tirai Bambu belakangan ini sedang berupaya melepas cap produsen barang bajakan dan palsu di tengah persaingan pasar internasional yang makin ketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah laporan di Xinhua, ada sebuah seruan "pemerintah mempercepat aturan e-commerce, dan meningkatkan pengawasan serta memperjelas hak dan tanggung jawab antara penjual serta konsumen."
Negara ini juga sedang berupaya meningkatkan perlindungan untuk konsumen yang berbelanja online, di mana salah satunya memfasilitasi cara konsumen yang hendak menyampaikan keluhan.
Menurut catatan, total keluhan soal pesanan online di China mencapai 77.800 pada tahun 2014 atau melonjak 356,6 persen dibandingkan 2013. (adt/eno)