Peristiwa ini sempat memunculkan spekulasi di kalangan warga yang menyalahkan segala sesuatu dan menyebabkan tanda-tanda peristiwa “hujan darah.”
Para peneliti tergugah untuk memelajarinya dan terungkap bahwa penyebab warna merah itu berasal dari ganggang mikroskopik yang menjamur saat musim hujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sini terungkap, sumber air itu telah tercemar ganggang air yang bernama Haematococcus pluvialis.
"Jadi ganggang ini sudah pasti datang dari suatu tempat," ucap ahli geologi Javier Fernández-Lozano.
Analisis data cuaca di sana juga menunjukan bahwa kemungkinan ganggang H. pluvialis ini 'nebeng' dengan hembusan angin yang akhirnya bisa mendarat di Spanyol bagian barat. Tetapi, untuk saat ini, asal usul ganggang tersebut masih dipertanyakan.
Bakteri di dalam keluarga Chromatiaceae ini juga dilaporkan menyebabkan 'hujan darah' serupa di danau Texas, Amerika Serikat pada 2011 silam.