Ponsel ini diperkenalkan Microsoft pada Juni tahun ini, tetapi baru dipasarkan ke Indonesia pada 18 Desember 2015 dengan harga Rp 9 juta di toko ritel online maupun fisik.
Microsoft menjanjikan Lumia 950 dapat dihubungkan ke monitor dan membawa tampilan sebagaimana pengalaman menggunakan Windows 10 di komputer pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irwan Hermawan, Marketing Manager Microsoft Mobile Device Sales Indonesia mengatakan, Continuum bisa dilakukan berkat pembekalan dua prosesor grafis (GPU) pada Lumia 950.
Ketika Lumia 950 dihubungkan ke Microsoft Display Dock dan ke monitor, secara otomatis Lumia 950 akan menyesuaikan tampilan dengan ukuran dan resolusi pada layar monitor sehingga tampilannya ideal.
Di sini pengguna dapat membuka aplikasi perkantoran Microsoft Office sampai memutar konten hiburan yang ada di ponsel dan memutarnya di monitor. Di saat yang bersamaan, pengguna tetap bisa melakukan aktivitas dengan ponsel Lumia-nya, seperti membalas email, mengirim SMS, sampai menerima telepon.
Untuk menunjang produktivitas, pengguna dimungkinkan menambah perangkat mouse dan keyboard dengan menancapkannya ke Display Dock atau secara nirkabel dengan Bluetooth di Lumia 950.
Panel belakang Microsoft Lumia 950. (CNN Indonesia/Aditya Panji) |
Dapur pacunya diperkuat dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 808 64-bit hexa-core 1,8 GHz (dual-core 1.82 GHz Cortex-A57 dan quad-core 1.44 GHz Cortex-A53), memakai prosesor grafis Adreno 418, RAM 3GB, dan baterai 3.000 mAh.
Meski tak lagi memajang merek Nokia, Microsoft masih membawa teknologi kamera PureView pada Lumia 950. Kamera utama bersensor 20 MP dengan lampu kilat LED RGB. Kamera ini dapat merekam video 2.160p @30fps sampai 4K. Sementara kamera depannya bersensor 5 MP.
Irwan berkata ponsel ini telah mendukung jaringan 4G LTE, serta konektivitas lain seperti Wi-Fi, pengisi daya baterai nirkabel dan NFC. (adt/eno)
Panel belakang Microsoft Lumia 950. (CNN Indonesia/Aditya Panji)