Jumlah Aktivasi iOS Kalahkan Android

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Sabtu, 02/01/2016 02:15 WIB
Android harus mengakui keunggulan iOS dalam hal jumlah aktivasi, khususnya saat musim liburan Natal dan akhir tahun lalu. iOS berhasil kalahkan Android dalam hal jumlah aktivasi (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah lembaga analisis mobile Flurry menyatakan bahwa Apple sebagai produsen perangkat berbasis iOS berhasil mengalahkan Android dalam hal aktivasi perangkat.

Musim liburan akhir tahun tampaknya sedang berada di pihak Apple. Flurry mengatakan, Apple menghasilkan total aktivasi perangkat mobile-nya sebesar 49,1 persen per 18 Desember sampai 25 Desember 2015,

Meski angka tersebut menurun dari 2014 yang totalnya 51,3 persen, Apple tercatat berhasil menaklukan jumlah aktivasi perangkat berbasis Android.


Perangkat dari Samsung menempati posisi kedua dengan total aktivasi 19,8 persen. Setelahnya ada Nokia yang menghasilkan aktivasi perangkat sebesar 2 persen, disusul LG sebanyak 1,7 persen, dan 1,5 persen untuk pendatang baru Xiaomi.

Dari laporan situs International Business Times, Flurry menyatakan para konsumen kini lebih tertarik untuk membeli ponsel pintar yang memiliki layar besar -- yang biasa disebut dengan istilah phablet.

Flurry juga menambahkan, pada 2013 silam tercatat hanya sektiar 4 persen perangkat phablet yang diaktivasi pada periode yang sama. Dua tahun kemudian, jumlah aktivasi phablet malah meroket sebanyak 27 persen.

Phablet, atau ponsel pintar yang memiliki ukuran layar antara 5,5 inci hingga kurang dari 7 inci, sejak awal kemunculannya dinilai sebagai pesaing produk tablet. Sementara ponsel yang ukuran layarnya hanya sekitar 3,5 inci dianggap semakin langka dan sepi peminat.

Produk Apple khususnya iPhone dikatakan oleh perusahaan, meraih kejayaan di luar kampung halamannya sendiri yakni Amerika Serikat. Apple selama ini gencar meraup banyak konsumen di China.

Pada kuartal pertama 2015, Apple mengumumkan penjualan iPhone di China mencapai US$ 16,144 miliar atau sekitar Rp 201 triliun.

Berdasarkan analisis Canalys beberapa waktu lalu, Apple mengirim produk iPhone paling banyak ke China. Perlahan, iPhone diprediksi bisa menjadi favorit di Negeri Panda itu, mengalahkan produk Xiaomi, Huawei, dan hingga Samsung yang selama ini juga mendominasi ranah global.

Apple juga menyatakan pendapatan yang berhasil di raih di luar Amerika Serikat untuk periode yang sama, yakni Eropa adalah US$ 17,2 miliar, meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian pendapatan di Jepang naik delapan persen menjadi sebesar US$ 5,4 miliar. (tyo)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK