Hike melaporkan masalah ke perusahaan milik Facebook yang diklaim telah memblokir beberapa bentuk iklan aplikasi mereka, khususnya iklan yang memungkinkan pengguna mengunjungi website mereka.
"Para pengiklan memiliki beberapa opsi, antara lain 'mengirimkan' orang untuk mengunjungi situsnya'. Beberapa minggu belakangan kami tiba-tiba diblokir dari penggunaan opsi tersebut, di mana sebelumnya kami bisa menggunakan opsi lain yang tidak berujung pada suatu tindakan tertentu," ungkap juru bicara Hike.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WhatsApp memang sebelumnya menjadi aplikasi pengirim pesan yang mendominasi menjadi media percakapan tidak langsung di antara warga dunia. Setelah diakuisisi oleh Facebook, layanan ini tumbuh dengan pesan hingga kini mencapai 800 juta pengguna di dunia, sebagaimana dilaporkan dalam Ubergizmo.
Setelah berselang beberapa waktu, aplikasi pengirim pesan instan pulan mulai mendominasi dunia, mulai dari Line, Kakao Talk, WeChat, Skype, Telegram, dan masih banyak lagi.
Inilah yang kemudian menyebabkan Facebook sedikit 'terkejut' dan terus 'menghalangkan' banyak cara untuk mempertahankan popularitas perusahaan 'anaknya' tersebut.
(tyo)