Merintis Bisnis Digital

Dari Warnet Mimpi Kerja di Google, kini Punya Tokopedia

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2016 16:41 WIB
Dari Warnet Mimpi Kerja di Google, kini Punya Tokopedia Pendiri dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siapa yang tak tahu situs Tokopedia? Mal online ini menjadi wadah berdagang bagi 500 ribu merchant atau penjual di berbagai daerah di Indonesia. Tentu merintis perusahaan ini tidak semudah membalikan telapak tangan.

Merintis perusahaan digital di Indonesia diakui CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, bukanlah hal yang mudah. Bahkan, ia sempat memiliki keinginan terpendam untuk bekerja di perusahaan teknologi asing ternama seperti Google dan Facebook.

"Saat kuliah semester dua saya setidaknya harus membiayai hidup sendiri dari kerja sampingan di warung internet (warnet), karena ayah saya jatuh sakit. Saya habiskan 12 jam di sana untuk main game, baca berita," kisah William saat berbincang di Lunch at Newsroom CNN Indonesia bertajuk "Merintis Bisnis Digital", Selasa (12/1).


Lunch @Newsroom dengan tema Merintis Bisnis Digital akan diadakan pada Selasa, 12 Januari 2016 pukul 13:00 WIB.

Dari situ, ia mengaku terinspirasi oleh perusahaan teknologi besar seperti Google dan Facebook yang memberi pengaruh besar untuk netizen. "Saya rasanya ingin bekerja di Google atau Facebook karena manfaat yang mereka bawa sangat berarti, sayangnya saat itu belum ada kantor cabang di sini dan bahasa inggris saya jelek," sambungnya.

Ia pun melakukan riset mengenai jenis bisnis e-commerce yang terdiri dari tiga macam, yakni iklan baris, ritel, dan marketplace. Di Indonesia, menurut penuturan William, belum ada jenis marketplace.

Maka tahun 2007, ia terbesit untuk merintis Tokopedia sebagai marketplace yang memang bertujuan sebagai solusi bagi bisnis kecil masyarakat yang sulit mencari lapak.

Lunch @Newsroom dengan tema Merintis Bisnis Digital akan diadakan pada Selasa, 12 Januari 2016 pukul 13:00 WIB.

Berakit ke hulu cari investor

Ide rintisan Tokopedia tentunya tidak bisa dengan mudahnya diserap oleh para investor yang ditemui William. Mengaku mengandalkan kenalan bosnya di tempat ia bekerja dulu, 'kerangka' Tokopedia dianggap sulit untuk meraih kesuksesan oleh para pemodal ventura lokal.

"Mereka pasti bilang, model bisnis seperti ini belum ada yang sukses di Indonesia. Belum lagi persaingan sengit dengan pemain global, serta latar belakang pendidikan dan keluarga saya yang tidak ada bisnis-bisnisnya sama sekali," kenangnya.

Ia mengaku untuk di tahap awal, pihaknya tidak bisa memilih investor karena tentunya bisnis seperti itu membutuhkan modal awal terlebih dahulu. Tokopedia pun berdiri pada 2009 yang juga didirikan oleh Leontinus Alpha Edison yang kini menjabat sebagai chief operating officer (COO).

Setiap tahun sejak tahun 2010, Tokopedia selalu mendapat investasi dari East Ventures (pada 2010), CyberAgent Ventures (2011), Beenos (2012), dan SoftBank (2013).

(tyo)