Merintis Bisnis Digital

Pendiri, Kunci Utama Startup Meraih Investasi

Aditya Panji, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2016 18:05 WIB
Pendiri, Kunci Utama Startup Meraih Investasi Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pendiri menjadi faktor pertimbangan utama bagi investor dalam memberikan pendanaan kepada sebuah perusahaan rintisan (startup) digital, menurut perusahaan modal ventura Ideosource asal Jakarta.

VP Business Development Ideosource, Andrias Ekoyuono mengatakan, modal utama perusahaan Internet adalah "otak" dari si pendiri.

"Kita harus percaya terlebih dahulu dengan pendirinya. Apa mereka punya pengalaman, wawasan yang tepat untuk membangun bisnis dari nol menjadi sukses," kata Andrias dalam bincang-bincang Lunch at Newsroom CNN Indonesia dengan tema Merintis Bisnis Digital, Selasa (12/1).


Seorang pendiri, dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menjawab masalah pasar dan masalah internal di perusahaannya. Ia diharap bisa mengeksekusi ide-ide besar sehingga menjadi kenyataan.

Setelah melihat profil dan kapasitas si pendiri, investor pun mempertimbangkan produk, model bisnis, dan pasar yang ditargetkan startup itu.

Untuk urusan pasar, seorang pendiri dengan wawasan dan cara berpikir yang luas akan menerjemahkan kebutuhan pasar dengan berbagai pertimbangan.

"Ketika pendiri 'jatuh cinta' dengan sebuah masalah dan mau menyelesaikannya masalah itu dengan produknya, dia akan berusaha membuat produk yang habis-habisan, agar bisa diadopsi oleh market," tutur Andrias.

Ideosource, sejauh ini telah memiliki 22 portofolio investasi startup di sektor bisnis Internet konten, media, iklan, dan e-commerce. Mereka baru saja memberi pendanaan sebesar Rp 300 miliar kepada perusahaan ritel elektronik Bhinneka.com pada November 2015.

Startup yang membuka tahap investasi kebanyakan adalah mereka yang membutuhkan uang lebih agar bisa lebih berkembang dan mendanai biaya operasional. Andrias berkata, investor yang memberi pendanaan di startup bakal mendapat timbal balik berupa kepemilikan saham dalam jumlah minoritas.

Namun, ada pula pendiri yang menerima tawaran investasi dari investor lantaran mereka ingin mendapat transfer pengetahuan. Pendiri sekaligus CEO Tokopedia, William Tanuwijaya berkata, ia menerima investasi dari SoftBank dan Sequoia Capital lantaran ingin belajar dari mentor yang berhasil memajukan perusahaan yang sudah sukses.

Pada Oktober 2014 lalu, Tokopedia meraih investasi dari SoftBank Capital dan Sequoia Capital sebesar US$ 100 juta. "SoftBank berada di balik kesuksesan Alibab. Sementara Sequoia berada di balik sukses Google, WhatsApp, dan Instagram. Saya sendiri berharap ada proses transfer know how dari mereka," ujar William.

Agar investasinya tidak sia-sia, investor biasanya mendorong pendiri agar membawa perusahaan digitalnya dalam pertumbuhan yang baik. Misal, dalam membina urusan manajemen, budgeting, akses jaringan ke pelaku bisnis, bahkan sampai strategi pemasaran dan berkomunikasi dengan media massa untuk membesarkan merek. (adt/eno)