"Untuk penggunaan AI di produk Samsung ke depannya, mungkin iya mungkin tidak," ungkap Head of CE Enterprise Business Samsung Electronics Indonesia, Willy Santosa di sebuah sesi media di Kuala Lumpur, Malaysia.
Ia melanjutkan, "semuanya adalah mungkin, apalagi kita berbicara soal teknologi. Meski untuk saat ini belum ada rencana yang pasti, tapi ya kami terbuka untuk teknologi baru."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bos yang membawahi lini produk khusus enterprise ini mengaku, untuk saat ini kedua jenis layar pintar tersebut masih sebatas sebagai penyampai informasi saja. Belum dibenamkan teknologi layar sentuh atau touchscreen.
Seperti namanya, mirror display adalah layar cermin yang mampu memberi penjelasan suatu informasi dan konten. Menurut Willy, perusahaan ritel fesyen akan menjadi salah satu yang bisa memanfaatkan teknologi ini.
Sedangkan transparent display yakni monitor yang tembus pandang atau see-thru, yang tentu berbeda dengan mirror display yang memantulkan kembali si objek yang berada di depannya.
Layar tembus pandang pintar dari Samsung, diakui Willy, akan berguna untuk bisnis seperti vending machine.
Layarnya tentu tembus pandang sebesar 45 persen agar konsumen bisa melihat ke dalam isi si objek yang dilapisi layar, dan bisa langsung tahu tentang informasi penting tentang apa yang dijual di dalam mesin otomatis itu melalui tulisan yang muncul di layar.
(eno)