Pengguna Aktif Twitter Terus Menurun

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2016 14:26 WIB
Pengguna Aktif Twitter Terus Menurun Bukannya tumbuh, tapi pengguna aktif Twitter justru berkurang. Apakah ini tanda bahwa Twitter sudah mulai ditinggalkan? (Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring Twitter mengumumkan pendapatannya pada kuartal keempat 2015, jejaring sosial ini juga mengalami penurunan pengguna aktif bulanan yang cukup drastis.

Tentu bukan kabar baik untuk Twitter, mengetahui jumlah pengguna aktifnya tidak mengalami pertumbuhan dari kuartal ketiga 2015, yakni tetap sama di angka 320 juta pengguna.

Parahnya lagi, jika tidak mengikutsertakan para pengguna yang menggunakan Twitter melalui pesan teks -- biasanya disebut "SMS Fast Followers" -- maka sebetulnya 'rakyat' Twitter berkurang.


Mengutip situs TechCrunch, pengguna aktif bulanan pada kuartal keempat 2015 tanpa melibatkan mereka yang memanfaatkan pesan teks menurun dari 307 juta menjadi 305 juta user.

Sementara untuk di kawasan Amerika Serikat sendiri yang menjadi kampung halaman Twitter menurun sebanyak 1 juta user, yakni dari 66 juta menjadi 65 juta user.

Tercatat pengguna yang tergolong SMS Fast Followers biasanya berasal dari negara berkembang seperti Brazil dan India.


Dengan adanya pilihan via pesan teks, layanan Twitter dianggap seharusnya bisa diakses dan digunakan dibanyak kawasan serta meningkatkan pengaruh jaringan. Kemudian Twitter dinilai perlu menggiring metode ini menuju versi dimana layanannya bisa memperlihatkan iklan.

Sebagai perbandingan, jejaring sosial Facebook menghasilkan pendapatan besar yang sebagiannya berasal dari hasil monetisasi di negara berkembang.

CFO Twitter Anthony Noto mengatakan bahwa pengguna aktif harian memang tidak mengalami pertumbuhan, dan ia pun bersikeras menuturkan bahwa "para pengguna aktif bulanan yang hengkang dari Twitter bukanlah yang berkualitas tinggi".

Menurut Noto, kemungkinan besar mereka yang hanya mengunjungi Twitter sebulan sekali tidak melihat banyak iklan atau memiliki pengaruh apapun terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.

Tak hanya itu, Noto juga seakan menyalahkan penyebab penurunan jumlah aktif bulanan Twitter berdasarkan pada "keputusan untuk mengurangi jumlah email bagi para pengguna aktif".

Kendati begitu, Noto mengakui kuartal empat 2015 tersebut menjadi yang terburuk sepanjang sejarah perusahaan.


Sebagai tambahan, Noto mengungkapkan engagement para pengguna dalam bentuk retweet dan Direct Message (DM) selama ini tetap positif.

Di sisi lain, Twitter merilis pendapatan pada kuartal empat 2015 yang mencapai US$710,5 juta. Angka tersebut diakui perusahaan mengalami peningkatan dari kuartal sebelumnya yakni US$569.

Twitter yang sejak ditinggal oleh Dick Costolo pada Oktober 2015 lalu memang sedang berjuang kembali untuk menggapai arah bisnis perusahaan sesuai jalur dan meningkatkan jumlah pengguna di bawah pimpinan Dorsey.

Beberapa pekan lalu perusahaan harus melepas empat bos eksekutif yang memutuskan untuk hengkang. Salah satunya, Kevin Weil yang mengepalai divisi pengembangan produk Twitter memutuskan pindah ke Instagram.







(eno)