Hakim Amerika Serikat Sheri Pym memerintahkan Apple agar membongkar iPhone 5c milik penembak Syed Ridwan Farook karena fungsi auto-erased di dalamnya telah aktif secara otomatis setelah FBI mencoba memasukan tebakan passcode sebanyak 10 kali.
Akhirnya Apple memberi tanggapan pada Rabu pagi (17/2) melalui surat terbuka sepanjang 1.100 kata mengenai sengketa privasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Cook menganggap upaya FBI bisa melemahkan sistem keamanan Apple. |
"Sangat disayangkan Apple tetap menolak membantu pihak berwenang untuk memberi akses ke ponsel salah satu teroris yang terlibat dalam serangan besar di AS," ungkap juru bicara dari Departemen Keadilan AS.
Melalui akun Twitternya @sundarpichai mempublikasikan rangkaian cuitan.
"Pesan penting oleh @tim_cook. Memaksa perusahaan agar melonggarkan peluang peretasan bisa membahayakan privasi pengguna," tulisnya.
Ia menyambung, "kami membuat produk yang aman untuk menjaga informasi dan kami memberi penegak hukum berupa akses data berdasarkan perintah hukum yang valid. Hal ini tentunya berbeda dengan mengharuskan perusahaan agar membobol perangkat dan data pengguna karena bisa jadi masalah besar."
Pichai pun mengatakan, pihak Google tetap terbuka untuk berdiskusi secara terbuka dengan para otoritas pemerintah mengenai sistem enkripsi ini.
Diketahui pada 2 Desember 2015 kemarin, Farook dan sang istri Tashfeen Malik yang merupakan warga AS keturunan Pakistan menembak mati 16 orang di fasilitas disabilitas di San Bernardino, California.
Usai menembak, kedua orang itu melarikan diri dengan mobil namun akhirnya terbunuh dalam baku tembak dengan polisi.
Pihak FBI tidak mengetahui passcode iPhone 5c milik Farook dan mengaku telah mencoba menebak kata sandi tersebut sebanyak 10 kali sampai fungsi auto-erased itu sudah aktif secara otomatis. Diketahui iPhone 5c Farook berjalan di iOS 9.
Pym memutuskan agar Apple membantu menonaktfikan fungsi hapus-otomatis tersebut agar tim investigasi bisa menyelidiki lebih dalam lagi.
Bahasa umumnya, FBI menginginkan Apple membuka "pintu belakang" atau "backdoor" sistem keamanannya.
(eno)
Tim Cook menganggap upaya FBI bisa melemahkan sistem keamanan Apple.