Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masatsugu Naito mengatakan, produknya menguasai sekitar 30 persen pangsa pasar kamera mirrorles sepanjang 2015, menurut data lembaga riset GfK.
Sementara pangsa pasar Sony menurut data GfK, berada di sekitar 35 persen di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan asal Jepang itu meyakini hal tersebut berdasarkan data global yang memperlihatkan penjualan kamera DSLR secara global yang menurun pertumbuhannya, sementara kamera mirrorless terus tumbuh.
Di pasar premium, Fujifilm menjagokan lini produk X-Pro yang mengejar pasar menengah ke atas. Lini produk X-Pro bakal bersaing dengan lini produk Alpha dari Sony.
Fujifilm siap memasarkan tiga kamera mirrorless premium sekaligus untuk pasar Indonesia, melalui X-Pro2, X-E2S, dan X70, yang rencananya dilepas ke pasar pada pertengahan Maret 2016.
Upaya Fujifilm dalam memperkuat pasar kamera mirrorless didukung oleh divisi penelitian dan pengembangan yang terus berinovasi. Naito berkata, Fujifilm menganggarkan dana penelitian dan pengembangan sebesar US$1,5 miliar per tahun atau sekitar Rp 20 triliun.
Dana itu sebagian besar digunakan untuk memperkuat teknologi pencitraan dan fotografi, dan sebagian lagi untuk memperkuat teknologi di unit bisnis alat medis. (adt/eno)